Laman

Jumat, 03 Desember 2010

GOA RANCANG KENCONO


Gunungkidul terbukti memiliki banyak wisata goa, diantaranya adalah Goa Rancang Kencono. Goa Rancang Kencono merupakan goa purba yang terletak di Padukuhan Menggoran, Bleberan, Playen, Gunungkidul, Yogyakarta. Goa Rancang Kencono, gua ini dulu digunakan untuk menyusun atau merencanakan strategi perang antara laskar Mataram dengan penjajahan Belanda pada tahun 1720-an. Bahkan dari buku mozaik pusaka budaya, tempat ini juga sebagai pertemuan Pangeran Diponegoro dengan Sentot Prawirodirdjo serta petinggi Kerajaan Mataram pada waktu itu.

Oleh Kyai Soreng Pati dan Kyai Putut Linggo Bowo gua tersebut diberi nama Gua Rancang Kencono karena tempat tersebut digunakan untuk merencanakan sebuah kegiatan kabajikan/mulia (emas). Di dalam gua ada sebuah ruangan gelap untuk bersemedi. Untuk
masuk ke ruang tersebut melalui lorong sangat sempit hanya bisa dimasuki satu badan dan harus merunduk/jongkok sepanjang sekitar dua meter.

Yang sering digunakan sebagai tempat para laskar dan prajurit di pelataran (halaman)Goa Rancang Kencono yang tumbuh pohon rindang besar bernama pohon Tlumpi (terminalia edulis). Usia pohon tersebut sekitar 200 tahun. Konon kabarnya di lokasi ini dulu juga sebagai tempat persinggahan para Wali Songo yang juga sebagai tempat penyusunan strategi penyebaran agama Islam waktu itu.

Dengan adanya beberapa lokasi wisata yang memiliki nilai sejarah cukup tinggi serta nuansa goa yang alami dan menarik tersebut pada tanggal 3 Juli 2010 Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan masyarakat melaunching Desa Beberan sebagai Desa Wisata. Masyarakat berharap pada tahun 2011 yang akan datang lokasi menuju Goa Rancang Kencono dan Air Terjun Sri Gethuk sudah diaspal atau diperbaiki, guna menunjang akses menuju tempat wisata Goa Rancang Kencono dan Air Terjun Sri Getuk/Slempret.


Sumber :
http://azzamudin.wordpress.com/2010/10/17/goa-rancang-bleberan-playen-gunungkidul/
http://www.metrogaya.com/home/jejak-walisongo-di-gua-rancang-kencono
Foto: Komunitas Pecinta Gunungkidul Handayani

3 komentar: