Kamis, 04 November 2010

Fotografi Sebuah Sejarah Bagi Dunia




Sejarah fotografi tidak akan lepas dari penemuan kamera dan film. Dengan penemuan film, kita dapat mereproduksi gambar, dan proses pencahayaan film tersebut terjadi di dalam kamera. Menurut sejarah, prinsip kerja kamera telah ditemukan sejak zaman Aristoteles, bahkan mungkin sebelumnya. Aristoteles mengadakan percobaannya dengan merentangkan kulit yang diberi lubang kecil, digelar di atas tanah dan diberi antara untuk menangkap bayangan matahari. Sehingga cahaya dapat menembus dan memantul di atas tanah dan gerhana matahari dapat diamati. Kemudian penemuan kamera obscura ditemukan oleh Leonardo da Vinci, sorang pelukis dan ilmuwan. Kamera obscura berupa sebuah kamar gelap yang diberi lubang kecil di salah satu sisinya, sehingga seberkas cahaya dapat masuk dan membuat bayangan dari benda-benda yang ada di depannya.

Pada mulanya kamera ini tidak begitu diminati, karena cahaya yang masuk amat sedikit, sehingga bayangan yang terbentuk pun samar-samar. Penggunaannya terutama masih untuk menggambar benda-benda yang ada di depan kamera. Penggunaan kamera ini baru populer setelah ditemukannya lensa pada tahun 1550. Dengan lensa pada kamera ini, maka cahaya yang masuk ke kamera dapat diperbanyak, dan gambar dapat dipusatkan, sehingga menggambar menjadi lebih sempurna.

Tahun 1575, kamera portable yang pertama baru dibuat, dan penemuan kamera ini untuk menggambar makin praktis. Baru tahun 1680 lahir kamera refleks pertama, namun penggunaannya masih untuk menggambar, karena bahan baku untuk mengabadikan benda-benda yang berada di depan lensa selain dengan menggambar masih belum ditemukan. Jadi, pada zaman tersebut, kamera masih dipakai untuk mempermudah dalam menggambar. Dimana hasil dari kamera tersebut masih belum dapat direproduksi, karena belum ditemukannya film negatif. Sejarah penemuan film dimulai ketika orang berusaha untuk dapat mengabadikan benda yang berada di depan kamera, sudah mulai berkembang sejak abad ke-19, dengan adanya penemuan penting oleh Joseph Niepce, seorang veteran Perancis. Ia bereksperimen dengan menggunakan Aspal Bitumen Judea. Dengan pencahayaan 8 jam, ia berhasil mengabadikan benda yang berada di depan lensa kameranya menjadi sebuah gambar pada plat yang telah dilapisi bahan kimia tersebut. Namun melalui percobaaan ini masih belum dapat membuat duplikat gambar Percobaan demi percobaan telah dilakukan untuk menemukan bahan pembuat duplikat gambar, tetapi tetap gagal. Sampai akhirnya Sir Henry Talbott menemukan Callotype dari bahan kertas yang gambar-gambarnya berupa gambar negatif dan dapat direproduksi. Tapi penemuan ini kurang diminati, karena hasilnya kurang tajam. Kemudian lahirlah Collodion, bahan baku fotografi yang diperkenalkan oleh Frederick Scott Archer, dengan menggunakan kaca sebagai bahan dasarnya. Proses ini adalah proses basah. Bahan kimia tersebut dilapiskan ke kaca, kemudian langsung dipasang pada kamera obscura, dan gambar yang dihasilkan lebih baik. Cara ini banyak dipakai untuk memotret di seluruh Eropa dan Amerika, sampai ditemukannya bahan gelatin dan ditemukannya bahan kimia yang dapat digunakan untuk proses kering.
Tahun 1895, George Eastman membuat film gulung (roll film) dengan bahan gelatin, yang dipakai untuk memotret (mengabadikan citra alam) sampai sekarang. Penemuan-penemuan tersebut di atas telah mempermudah kita dalam mengabadikan benda-benda yang berada di depan lensa dan mereproduksinya, sehingga para fotografer, baik amatir maupun profesional dapat menghasilkan suatu karya seni tinggi, tanpa perlu terhalang oleh keterbatasan teknologi.

FOTOGRAFI kini berkembang dan mempengaruhi hampir segala aspek kehidupan manusia. Pengaruhnya paling banyak terasa pada perkembangan media massa. Jika pada awal munculnya media massa hanya berisikan tulisan-tulisan, sekarang hampir seluruh media massa khususnya cetak dihiasi oleh foto. Berita tak hanya dapat tersampaikan dari sebuah tulisan, fotopun dapat menyampaikan sebuah berita.

Tak hanya penerapannya, teknologi fotografi juga berkembang pesat. Dalam Bab ini akan dibahas lebih lanjut perkembangan teknologi fotografi dari awal konsep fotografi itu sendiri ditemukan.

Jika melihat peristiwanya, fotografi sendiri sudah ditemukan pada sekitar tahun 1000 M. Dikatakan Al Hazen-lah yang pertama kali menemukan konsep dari fotografi. Pelajar berkebangsaan arab ini menulis bahwa citra dapat dibentuk dari sebuah cahaya yang melewati sebuah lubang kecil. Pada sekitar 400 tahun kemudian, Leonardo Da Vinci menulis fenomena yang sama. Berdasarkan penemuan Da Vinci, Battista Delta Porta mempublikasikan sebuah buku yang membahas tentang Camera Obscura. Istilah ini diambil dari bahasa latin yaitu camera yang berarti kamar dan obscura yang artinya gelap. Melalui karyanya itu ia dianggap sebagai penemu prinsip kerja kamera.

Pada awal abad ke-17 muncul sebuah penemuan menarik. Jika pada awal penemuannya lebih pada konsep fotografi yaitu proyeksi sebuah image atau citra, pada awal abad ke-17 ini ditemukan cara untuk merekam citra tersebut. Angelo Sala, seorang ilmuwan Italia, menemukan bahwa jika serbuk perak nitrat terkena cahaya maka warnanya akan berubah menjadi hitam. Namun masalah yang dihadapi Angelo adalah meskipun dapat merekam gambar dengan menggunakan serbuk itu, gambar yang terekam tidak bertahan lama. Dan beberapa tahun berikutnya Johann Heinrich Schuize dan Thomas Hedgwood juga melakukan percobaan yang sama namun dengan hasil yang kurang memuaskan pula. Bahkan percobaan yang dilakukan oleh Schuize sendiri tidak berhubungan dengan bidang fotografi karena ia merupakan Profesor farmasi dari sebuah universitas di Jerman.

Dan kemudian pada sekitar tahun 1824, Joseph Nieephore Niepee menemukan sesuatu yang kemudian menjadi awal ditemukannya teknologi fotografi modern. Melalui proses heliogravure, Joseph berhasil membuat gambar yang bisa disebut foto. Heliogravure adalah sebuah proses yang mirip dengan lithograf yang menggunakan bahan sejenis aspal sebagai bahan dasarnya. Dan pada tahun 1829, Joseph bekerja sama dengan Louis Jacques Mande Daguerre yang merupakan seorang pelukis. Namun itu tidak bertahan lama karena Joseph meninggal pada tahun 1833. Sebenarnya sebelum bekerja sama dengan Daguerre, Joseph sendiri telah menghasilkan foto pertama yang berjudul View From Window at Gras yang disimpan di University of Texas di Austin, USA.

Namun teknologi yang dikembangan oleh Joseph sendiri belum bisa diterima oleh masyarakat umum karena pelat yang digunakan harus disinari selama beberapa jam. Sepeninggalan Joseph, Daguerre bekerja sendiri selama enam tahun dan berhasil mempublikasikan temuannya ke seluruh dunia. Dengan bantuan seorang ilmuwan Daguerre berhasil menemukan teknologi yang dapat menghasilkan foto-foto permanen yang disebut Daguerretype yang tidak dapat diperbanyak. Teknologi ini sekarang lebih dikenal sebagai teknik cetak positif.

Dan pada 25 januari 1839, hanya beberapa hari setelah Daguerre menemukan teknik cetak positif, William Henry Fox Talbot menemukan teknologi yang sekarang dikenal sebagai contactprint. Teknologi ini memungkinkan sebuah foto untuk diperbanyak. Pada satu tahun kemudian, Talbot menemukan teknologi calotype yang sekarang dikenal dengan teknik cetak negatif.

Pada tahun 1850, seorang ahli kimia Inggris yaitu Robert Bingham memperkenalkan teknologi Wet-Plate Photography. Dan kemudian diikuti dengan pengembangan roll film. Dan pada tahun 1888, George Eastman berhasil mengembangkan teknologi kamera yang dapat dibawa kemana-mana dengan leluasa karena bentuknya lebih kecil. Kamera ini diberi nama KODAK yang merupakan sebuah kamera box kecil dan ringan pertama yang berisikan roll film.

Pada masa Daguerre dan Talbot timbul polemik tentang siapa yang sebenarnya yang lebih dulu menemukan teknologi peletakan plat/kertas pada camera obscura. Namun seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ternyata ada perbedaan signifikan yang terletak pada penemuan keduanya. Daguerre yang hasil penelitiannya disebut Daguerretype lebih mirip pada teknik cetak positif sekarang. Sedangkan penelitian Calotype milik Talbot, lebih pada teknik cetak negative.

Perkembangan teknologi fotografi kemudian merambah ke bidang kesehatan. Pada tahun 1901, Conrad Rontgen berhasil mengembangkan teknologi fotografi sinar X untuk pemotretan tembus pandang. Karena kontribusinya dibidang kesehatan, Rontgen kemudian mendapatkan hadiah nobel bidang kesehatan. Dan peralatan pemotretan itu kemudian dinamai dengan nama belakangnya.

Pengembangan pemanfaatan cahaya buatan untuk kegiatan fotografi seperti yang dikembangkan oleh Rotgen, juga dilakukan oleh Dr. Harold Edgerton. Dibantu oleh Gjon Mili, Ia menemukan lampu yang bisa menyala mati dalam hitungan sepersekian detik. Teknologi ini sekarang dikenal dengan sebutan lampu flash (blits).

Pemanfaatan teknologi inframerah dalam fotografi juga banyak membantu dalam penelitian. Kabut yang semula tidak dapat ditembus cahaya, kini dapat ditembus dengan menggunakan teknologi inframerah. Sehingga pemotretan didaerah yang banyak diselimuti kabut menggunakan teknologi ini.

Dikatakan bahwa perkembangan fotografi semakin pesat, seiring masuknya fotografi dalam dunia jurnalistik cetak. Pada mulanya sebuah foto hanya dapat disalin melalui lukisan tangan. Surat kabar pertama yang memuat gambar adalah The Daily Graphic pada 16 April 1877. Gambar yang dimuat adalah gambar sebuah peristiwa kebakaran.

Dan kemudian foto pengeboran minyak Shantytown karya Henry J. Newton adalah foto pertama yang dimuat oleh media cetak. Foto ini dimuat di surat kabar New York Daily Graphic di Amerika pada 4 Maret 1880.

Era digital bisa dikatakan dimulai pada tahun 1990 pada saat Kodak meluncurkan kamera digital pertama yaitu DSC 100. Sejak itulah kamera digital mulai dikembangkan oleh banyak produsen kamera. Sebenarnya teknologi rekam tanpa film sendiri sudah dimulai oleh perusahaan elektronik Sony pada tahun1981 melalui produknya Sony Mavica. Akan tetapi kamera tersebut masih menggunakan televisi sebagai alat preview sehingga belum bisa dikatakan sebagai kamera digital.

Pada awal perkembangan teknologi fotografi digital, kamera yang dihasilkan belum layak pakai. Ini karena resolusi pada kamera digital tersebut masih dibawah 1 megapiksel. Sedangkan untuk mencetak foto seukuran majalah dibutuhkan resolusi minimal 2 megapiksel. Dan masalah inipun dipecahkan dengan diproduksinya Fuji-Nikon E-2. Kamera hasil kerjasama produsen Fuji dan Nikon ini memiliki resolusi 1,3 megapiksel.

Namun masalah lain muncul. Kamera ini memiliki kekurangan di kapasitas media penyimpanan yang sangat terbatas. Tetapi sekarang masalah ini sudah teratasi. Perkembangan media penyimpanan dan resolusi kamera semakin pesat. Media penyimpanan makin tak terbatas dan resolusi kamera pun semakin besar, dan kemudian membuat perkembangan teknologi kamera digital semakin tak terbatas.

Sebagian besar pengguna kamera telah meninggalkan teknologi film dan beralih ke digital. Ini karena penggunaan kamera digital lebih mudah, murah, instan dan tidak menghabiskan banyak space penyimpanan. Akan tetapi, sebagian juga masih setia dengan teknologi film karena masih senang dengan warna foto yang dihasilkan.

Lantas kapan sebenarnya muncul istilah fotografi? Ternyata istilah itu muncul jauh setelah teknologinya ditemukan yaitu pada tahun 1839. Ini adalah tahun dimana terjadinya polemik antara temuan Daguerre dan Talbot. Seorang ilmuwan Inggris, Sir John Herchell adalah yang mengemukakan istilah ini. Fotografi berasal dari bahasa yunani yaitu photos yang berarti cahaya dan graphos yang berarti menulis/melukis.

FOTO PERTAMA

Foto pertama di dunia dibuat dalam tahun 1826 oleh Joseph Nicephore Niepce dari sebuah jendela di rumah perkebunannya di Peran­cis. Untuk “film” Niepce menggunakan lem­pengan campuran timah yang dipekakan dan ia mendapat gambaran kabur dari puncak­-puncak atap yang digambarkan di atas. Foto ini biasanya diperbaiki supaya jelas teta­pi versi yang seperti inilah wujud sebenarnya.

Sumber-sumber
Artikel “Sejarah Fotografi”, firama.8m.com
Artikel “Sejarah Fotografi, Sejarah Teknologi ” oleh Arbain Rambey (Jum’at, 20 Juni 2003), Kompas Cyber Media
Artikel “Story About Digital Kamera” (Rabu, 21 Maret 2007), http://solihin-photo.blogspot.com
Buku “Foto Jurnalistik” (Cetakan ketiga Agustus 2006), Audy Mirza Alwi.
http://blog.isi-dps.ac.id/budiwijaya/fotografi-sebuah-sejarah-dunia
http://alipangat.multiply.com/journal/item/7/sejarah_fotografi

Rabu, 03 November 2010

GUNUNGKIDUL BERDUKA (BUPATI GUNUNGKIDUL TUTUP USIA)


PRAY FOR GUNUNGKIDUL................

Gunungkidul Berduka : انّا للہ و انّا الیه راجعونI telah berpulang ke rahmat Allah SWT beliau Prof.Dr.Ir Sumpeno Putro, MSc (Bupati GUNUNGKIDUL HANDAYANI) malam ini sekitar jam 20.30 di RS Medistra Jakarta (Terkena Serangan Jantung setelah jatuh dr tangga pesawat). Semoga segala amal ibadah beliau diterima disisiNya dan keluarga yang ditinggal diberikan ketabahan. Amin




1. Gunung Krakatau
Krakatoa, juga dikenal sebagai Krakatau, adalah pulau vulkanis yang still-dangerous, terletak di Selat Sunda, Indonesia. Agustus 1883, sebuah rangkaian ledakan dahsyat yang mengerikan dengan kekuatan 13,000 kali lebih besar dari bom Hiroshima. Ledakannya terdengar hingga ke Perth, Australia.
Muntahan lebih dari 21 kilometer kubik batu dan debu membumbung hingga setinggi 70 mil. Secara resmi, lebih dari 37,000 orang tewas. Namun dengan tsunami yang ditimbulkannya, korban sepertinya bisa lebih besar lagi


2. Gunung Vesuvius
Di antara gunung api dengan letusan terdahsyat diantaranya Vesevius di Napoli, Italia. Letusan pertamanya terjadi pada tahun 79 Masehi yang mengubur kota Pompeii dan Herculaneum dengan lava panas. Letusan yang terjadi lebih dari 20 jam itu menewaskan lebih dari 3 ribu orang.
Setelah itu, Vesuvius berkali-kali meletus. Salah satunya pada 1631 yang menewaskan 4 ribu orang. Sedangkan terakhir meletus pada 1944.


3. Gunung Tambora
Saat Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat meletus pada April 1815, suaranya terdengar hingga Sumatera. Abu vulkaniknya jatuh hingga Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Maluku. Lebih dari 71 orang meninggal akibat letusan tersebut.
Panas yang menyembur melubangi atmosfer dan menyebabkan perubahan iklim sementara. Saat itu dikenal dengan tahun tanpa panas. Dua badai salju besar pada Juni terjadi di Kanada. Kondisi ini menyebabkan gagal panen di sejumlah benua dan memicu musibah kelaparan terburuk di awal abad ke 19.


4. Gunung Laki
Laki adalah sebuah gunung api di Islandia yang legendaris yang telah tertidur sejak letusan terakhirnya yang sangat dahsyat di tahun 1783. Dengan ketinggian 1.725 meter, gunung api ini menyebabkan kerusakan di seluruh negara ketika secara spektakuler meletus, membunuh di atas 50% populasi makhluk hidup di Islandia dengan awan belerang dan fluorine beracunnya.
Kelaparan menjadi penyebab matinya 25% populasi tersebut. Air mancur lahar memancar hingga 1.400 meter tingginya. Seluruh dunia merasakan akibat dari letusan tersebut. Awan beracun menyebar hingga ke Eropa, menutupi langit belahan bumi bagian utara yang menyebabkan musim dingin datang lebih awal di Inggris dan membunuh 8.000 orang.
Di Amerika Utara, musim dingin 1784 menjadi musim dingin terpanjang dan paling dingin yang pernah tercatat. Ada catatan lebih banyak salju di New Jersey, sungai Mississippi membeku di New Orleans, dan di ditemukan es di Teluk Mexico.


5. Gunung Pelee
Gunung api yang terletak di Martinique, kini menjadi tujuan wisatawa di Perancis yang populer untuk mengenang bahwa sesuatu yang sangat mematikan telah terjadi di sini. Pada tahun 1902, sebuah letusan yang terbesar di abad 20 terjadi di sini dan menewaskan lebih dari 30,000 orang.
Dimulai dengan letusan kecil beruntun yang hanya mengeluarkan asap, belerang dan debu dan pada April 1902, gunung api ini tidak sepenuhnya meletus sampai tanggal 8 Mei 1902. Air mancur lahar yang menyala, dan awan beracun meluncur deras dengan kecepatan 600 mil per jam dari gunung api tersebut.
Dengan temperatur 1075 derajat, lahar telah mendidihkan kota St.Pierre bawahnya. Kota terbakar berhari-hari kemudian. Hanya dua orang yang selamat pada waktu itu.


6. Gunung Ruiz
Gunung Nevado Del Ruiz, Kolumbia, dikenal karena laharnya yaitu mudflow atau longsoran yang terdiri atas air dan material pyroclastic yang mengalir dan mematikan. Di tahun 1595, 635 orang terbunuh setelah lumpur yang yang mendidih seperti dituangkan ke dalam sungai Guali dan Lagunillas, dan di tahun 1845 lebih dari 1,000 orang tewas.
Kota Armero yang dibangun di atas magma yang mengering telah kehilangan hampir seluruh populasi penduduknya ketika di tahun1985, sebuah letusan telah mengalirkan lahar dengan kecepatan 40 mil per jam dan mengubur kota. Lebih dari 23,000 orang tewas.


7.Gunung Unzen
Gunung Unzen yang terdiri dari beberapa lapis stratovolcanoes terletak di daerah Kyushu, Jepang. Gunung api setinggi 1,500 meter ini masih aktip hingga kini. Pada tahun1792 beberapa kubah lahar roboh, menyebabkan tsunami yang membunuh lebih 15,000 orang. Sebuah letusan terbaru di tahun 1991 telam membunuh lebih dari 40 orang dan menyebabkan kerusakan luar biasa pada bangunan-bangunan disekitarnya.


8.Gunung Kelud
Gunung Kelud juga terletak di Pulau Jawa, Indonesia. Sisi timur Kelud telah ‘menggerutu’ pada tahun 2008, di mana sebelumnya pada tahun 1919 lumpur lahar telah membunuh di atas 5,000 orang. Sejak itu, Terowongan Ampera, suatu sistem pengeringan untuk menampung banjir lahar dari kawah telah dibangun.
Oktober 2007, ketika itu 30,000 penduduk lokal harus diungsikan setelah gunung api dalam kondisi Siaga Merah. Selama dua minggu Kelud memuntahkan debu hingga 8 mil jauhnya.


9. Gunung Papandayan
Gunung Papandayan adalah sebuah gunung api semi-aktif yang terletak di pulau Jawa, Indonesia. Pada 1772, gunung api ini meletus menghancurkan 40 desa di dekatnya. Lebih dari 3,000 orang terbunuh. Gunung api ini diperkirakan masih sangat berbahaya dan terus mengeluarkan asap dan letusan-letusan di tahun 1923, 1942, dan terus meningkatkan kekuatannya di tahun 2002.


10. Gunung Lamington
Gunung Lamington adalah gunung api dengan ketinggian 1,680 meter yang terletak di Papua New Guinea. Sialnya hingga tahun 1951, penduduk setempat di Provinsi Oro ini mengira gunung tersebut hanyalah gunung biasa yang ditumbuhi pepohonan.
Hingga suatu malam pada 18 Januari, lahar dan asap mulai untuk keluar dari puncaknya, dan tiga hari kemudian, sebuah ledakan sangat besar dari sisi utara, menyebabkan langit ditutupi debu tebal dan gerimis magma bercampur uap sulfur. Dalam beberapa bulan kemudian getaran dan letusan terus berlanjut hingga radius 10 mil. Ledakannya menyebabkan total hampi 3,000 kematian.


(Sumber : Dari berbagai berita)

Kamis, 28 Oktober 2010

Indahnya Siluet di Goa Jomblang - Grubug







Goa Jomblang terletak di Padukuhan Jetis Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, 8 Km timur kota Wonosari atau sekitar 50 kilometer sebelah tenggara Jogjakarta. Goa ini merupakan satu dari sekitar 400 goa yang terdapat di kawasan pegunungan karst Gunungkidul. Goa Jomblang merupakan goa vertikal yang jarak antara sekitar 60 meter, yang menghubungkan dengan Goa Grubug disebelah utara Goa Jomblang


Untuk memasukinya dibutuhkan kemampuan melakukan Single Rope Technique (SRT) atau teknik menelusuri gua vertikal dengan menggunakan satu tali sebagai lintasan untuk naik dan turun medan-medan vertikal.

Goa yang berdiameter sekitar 50 m ini, pertama kali dijelajahi pada 1984 oleh Acintyacunyata Speleological Club (ASC), kelompok penjelajah gua dari Kota Jogja. Goa Grubug disebelah utara Goa Jomblang menurut cerita masyarakat pada sekitar 1970an dijadikan lokasi pembunuhan massal anggota PKI.

Kejadian ini sempat membuat takut masyarakat setempat hingga cukup lama goa tersebut tidak dijamah manusia. Konon banyak yang mencoba masuk dan akhirnya hilang. Pada 1990-an, masyarakat sekitar Goa Jomblang menggelar doa bersama di gua tersebut. Sejak saat itu, tidak ada lagi penjelajah goa Jomblang-Grubug yang hilang.

Untuk mencapai dasar Goa Jomblang memang cukup sulit dan melelahkan. Namun begitu masuk ke lorong sekitar 500m menuju Goa Grubug akan menemui pemandangan siluet-siluet yang menakjubkan (terjadi antara pukul 11.00-14.00). Di dasar goa Jomblang, beberapa pohon tumbuh rimbun sedangkan pada bagian dinding kapurnya ditumbuhi oleh tanaman perdu. Sampai di dasar ini, penjelajah dapat beristirahat sebentar di sebuah bilik hasil bentukan alam.

Seusai beristirahat, penjelajah dapat meneruskan perjalanan dengan menelusuri lorong yang menghubungkan Goa Jomblang dengan-Grubug. Lorong ini cukup lebar dengan panjang sekitar 500 meter. Menelusuri lorong ini tidaklah terlalu sulit, karena telah ada jalan setapak bebatuan yang disusun memanjang (jangan lupa bawa lampu senter. karena dilorong ini gelap gulita).

Di ujung lorong yang juga menjadi dasar Goa Grubug, penjelajah dapat melihat keindahan luar biasa. Dua buah stalagmit besar berwarna hijau kecoklatan berdiri tegak di tengah dasar Gua Grubug.


KONSULTASI OUTBOUND dan PIKNIK DI JOGJA dan Sekitarnya : 081804067470 / 085602108464


(disusun dari berbagai sumber)

Rabu, 11 Agustus 2010

DAFTAR SITUS BERSEJARAH DI GUNUNGKIDUL

Berikut daftar situs-situs bersejarah di Gunungkidul yang berupa Candi, Batu, atau Arca namun sebagian besar sudah hilang atau rusak. semoga bermanfaat.

DAFTAR SITUS BERSEJARAH DI GUNUNGKIDUL


 
Candi Risan Semin
1. Candi Risan di Ds Candirejo, Kec Semin, Kab Gunungkidul
2. Candi Semin di kec semin, kab Gunungkidul
3. Situs Sumberejo di Kec Semin, Kab Gunungkidul
4. Situs Bendung di Kec Semin, Kab Gunungkidul
Candi Plembutan, Playen
5. Candi Plembutan, di Kec playen, Kab Gunungkidul
6. Candi Papringan di Kec playen, Kab Gunungkidul




7. Situs Giring di Kec paliyan, Kab Gunungkidul
8. Situs Kepil di Kec playen, Kab Gunungkidul

9. Situs Bleberan di Kec playen, Kab Gunungkidul

10. Candi Gembirowatidi Desa Girijati, Kec. Purwosari Kab Gunungkidul
12. Situs Semanu di Kec Semanu, Kab Gunungkidul

13. Situs Dengok Desa Pacarejo, kec semanu, Kab Gunungkidul
14. Situs Pacarejo di kec semanu, Kab Gunungkidul
15. Situs Watusigar di kec ngawen, Kab Gunungkidul
16. Situs Gedhangan di kec ngawen, Kab Gunungkidul
17. Situs Kampung di kec ngawen, Kab Gunungkidul
18. Situs Genjahan di kec ponjong, Kab Gunungkidul

19. Situs Pulutan, di Kec wonosari, Kab Gunungkidul
20. Situs Ngawu di Kec wonosari, Kab Gunungkidul
21. Situs Wareng, di Kec wonosari, Kab Gunungkidul
22. Situs Kajar di Kec wonosari, Kab Gunungkidul
23. Candi Nglemuru Kec Karangmojo, Kab Gunungkidul

24. Situs sokoliman 1 di Dsn Sokoliman, Ds Bejiharjo, Kec Karangmojo, Kab Gunungkidul
25. Candi Konengan di Dsn Konengan, Ds Ngawis, Kec Karangmojo, Kab Gunungkidul

26. Situs Gondang di Ds Ngawis, Kec Karangmojo, Kab Gunungkidu

27. Situs Sumur Gede, di Bejiharjo Kec Karangmojo, Kab Gunungkidul
28. Situs Ngluweng di kec karangmojo, Kab Gunungkidul
29. Situs Nglemuru di kec karangmojo, Kab Gunungkidul

30. Situs Gunungbang di Bejiharjo, kec karangmojo, Kab GunungKidul
31. Situs Ngawis di kec karangmojo, Kab Gunungkidul

32. Situs Wiladeg di Ds Wiladeg, Kec Karangmojo, Kab Gunungkidul
33. Situs Jatiayu di kec karangmojo, Kab Gunungkidul

Keterangan :
Penyebaran situs ini hampir disetiap kecamatan, yaitu:

1. Kecamatan Playen:
a.candi plembutan
b.candi papringan....ditemukan arca namun bentuknya kurang jelas dan terkesan belum selesai
c.situs bleberan
d.situs kepil

2. Kecamatan Wonosari
a.situs Ngawu berupa reruntuhan
b.situs Pulutan berupa reruntuhan dan yoni berupa umpak batu putih
c.situs Kajar
d.situs Wareng

3. Kecamatan Paliyan
a.situs Giring berupa fragmen kemuncak, fragmen puncak stupa dan reruntuhan batu putih

4. Kecamatan Semanu
a.situs Pacarejo berupa reruntuhan, arca Nandi, Ganesha, dan fragmen arca lain.
b.situs Dengok

5. Kecamatan Karang Mojo
a.situs Ngawis : reruntuhan, umpak, fragmen arca
b.situs Bejiharjo : arca nandi, fragmen arca, reruntuhan
c.situs Wiladeg :arca nandi,batu komponen candi, fragmen antefik
d.situs Jatiayu : fragmen arca
e.situs Nglemuru : arca ganesha, durga, yoni dan komponen candi tapi dari batu bata
f.candi konengan, Ngawit
g.situs Ngluweng

6. Kecamatan Ngawen
a.situs Watusigar
b.situs Kampung : arca agastya,umpak, fragmen kemuncak, sisa komponen candi
c.situs Gedhangan

7. Kecamatan Semin
a.candi Risan : reruntuhan, arca awalokiteswara, makara, fragmen arca, antefik, dan yasti
b.situs Bendung : fragmen kemuncak, yoni
c.situs Sumberejo

8. Kecamatan Ponjong
a.situs Genjahan : fragmen batu candi dan yoni



KONSULTASI OUTBOUND dan PIKNIK DI JOGJA dan Sekitarnya : 081804067470 / 085602108464


Sumber : http://www.akademik.unsri.ac.id/download/journal/files/gmhumaniora/270920061243-andi-oaj-unsri.pdf

Jumat, 06 Agustus 2010

55 Pantai di Gunungkidul

Yang suka hunting pantai berikut daftar pantai-pantai di Gunungkidul

PANTAI-PANTAI DI GUNUNGKIDUL

1. Watugupit : Giricahyo , Purwosari
2. Klampok : Girijati, Purwosari
3. Parangedong : Girijati, Purwosari

4. Karangtelu : Girikarto, Panggang
5. Kesirat : Girikarto, Panggang
6. Gesing : Girikarto, Panggang
7. Grigak : Giriwungu, Panggang
8. Nampu : Giriwungu, Panggang
9. Ngunggah : Giriwungu, Panggang
Gesing

10. Langkap : Karambilsawit, Saptosari
11. Nguyahan : Kanigoro, Saptosari
Nguyahan
12. Ngobaran : Kanigoro, Saptosari
Ngobaran
 13. Torohudan : Kanigoro, Saptosari
14. Butuh : Karambilsawit, Saptosari
15. Ngrenehan : Kanigoro, Saptosari
Ngrenehan

16. Parangracuk : Kemadang, Tanjungsari
17. Baron : Kemadang, Tanjungsari
18. Kukup : Kemadang, Tanjungsari
19. Sepanjang : Kemadang, Tanjungsari
20. Drini : Banjarejo, Tanjungsari
21. Krakal : Ngestirejo, Tanjungsari

22. Slili : Sidoharjo, Tepus
Pok Tunggal
23. Pok Tunggal : Tepus, Tepus
24. Ngandong : Sidoharjo, Tepus
25. Sundak : Sidoharjo, Tepus
26. Siung : Purwodadi, Tepus
Siung

27. Banyunibo : Purwodadi, Tepus
28. Watutogok : Purwodadi, Tepus
29. Sawahan : Purwodadi, Tepus
30. Pakundon : Purwodadi, Tepus
31. Muncar : Purwodadi, Tepus
32. Songlibeg : Purwodadi, Tepus
33. Lambor : Purwodadi, Tepus
34. Ngondo : Purwodadi, Tepus
35. Jogan : Purwodadi, Tepus
Jogan
36. Busung : Purwodadi, Tepus
37. Timang : Purwodadi, Tepus
Timang

38. Jagang Kulon : Purwodadi, Tepus
39. Weru : Purwodadi, Tepus
40. Kelosirat : Purwodadi, Tepus
41. Ngetun : Purwodadi, Tepus
Ngetun

42. Klumpit : Purwodadi, Tepus
43. Nguluran : Purwodadi, Tepus
44. Ngungap : Purwodadi, Tepus
45. Wediombo : Jepitu, Girisubo
Wediombo

46. Sadeng : Pucung, Girisubo
Jungwok
47. Krokoh : Songbanyu, Girisubo
48. Pulang Sawal (Cafe Indrayanti) : Sidoharjo, Tepus
Pulangsawal
 49. Somandeng : Sidoharjo, Tepus
50. Seruni : Tepus, Tepus
Seruni

51. Jungwok : Jepitu, Girisubo
52. Botorubuh : Jepitu, Girisubo
53. Greweng : Jepitu, Girisubo
54. Sedahan : Jepitu, Girisubo
Sedahan
 55. Watukodok : Kemadang, Tanjungsari
Watukodok


















Senin, 21 Juni 2010

Exotisme Pantai Timang




Pantai yang satu ini bakal menguji adrenalin anda. Pantai yang Terletak di Padukuhan Danggolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus Kabupaten Gunungkidul ini, memang menantang bagi mereka yang berjiwa petualang.Jarak dari Kota Wonosari sekitar 35 Km.


Anda harus melewati jalan berliku dan tentunya medan seperti track offroad dengan jalan asli "Nggronjal" siap anda taklukkan sejauh 5 Km. Tetapi setelah sampai di Pantai ini pasti rasa capek dan tetesan keringat anda akan terobati dengan melihat hamparan indah pantai selatan dan Pulau Timang. Buktikan!!!! Jika anda butuh guide, kami siap....