Selasa, 12 Maret 2013

Mruput Blusukan Ke Pantai Klayar

Sabtu, 9 Maret 2013 kala mentari masih bersembunyi di balik malam yang gelap, saya sudah bersiap-siap melakukan perjalanan "blusukan" kali ini tujuan utamanya ke Pantai Klayar di Pacitan Jawa Timur. Kira-kira jam 03.00 pagi saya sudah dibangunkan alarm yang sengaja ku setel jam 03.00 pagi. sebetulnya perjalan ke Pantai Klayar rencana awalnya akan kita mulai jam 21.00 malam sabtunya, tapi karena perhitungan kondisi fisik yang kurang oke, maka waktu itu kuputuskan bersama Dani dan Mas Hari Widada berangkat pagi-pagi saja. harapannya kita bisa mengejar sunrise di Pantai Klayar. 
sayangnya pada "blusukan" kali ini Pak Mas Hari Widada gagal ikut, karena tak terbangunkan oleh smsku dan telp (katanya karena naruh hpnya jauh dari tidurnya). 
Akhirnya jam 03.30 saya dihampiri Dani untuk segera berangkat ke Pantai Klayar, dengan berbekal sedikit pengetahuan dari "Mbah Google" maka segera kupacu motor tua CB 125ku di pagi buta yang sebenarnya masih enak buat tidur lagi. Rute yang kami tempuh ; Wonosari - Semanu - Bedoyo - Pracimantoro - Giri Belah - Pacitan (Pantai Klayar) menjelajah pagi di tiga Provinsi. Perjalanan pagi buta itu kami tempuh sekitar 2,5jam maklum pagi itu berkabut dan belum hafal medan. 
Sebelum sampai Pantai Klayar kami juga berkali-kali tanya (Malu bertanya sesat dijalan, bertanya ngeyel akhire salah jalan). itu yang kami alami, gara-gara keseringan bertanya dan yang ditanya jawabnya beda2 akhire kami ngeyel dan manut saja pada papan petunjuk arah yang ternyata menyesatkan. 
PANTAI KLAYAR
Sebaiknya tidak mengikuti petunjuk arah ni, karena anda pasti kecewa. 
Nah setelah kami terjebak ke jalur yang salah (jalane rusak dan naik turun) akhire kami gagal dapat sunrise. Sesampai di TPR (Tempat Pemungutan Retribusi) kami bayar 7rb untuk dua orang. Sudah gagal dapat sunrise ternyata filter ND dan CPLku ketinggalan. Ga ada guna bawa tripod berangkat pagi-pagi (gerutuku di dalam hati), hamparan pasir putih, batuan yang cihuy serta langit biru di Pantai Klayar pagi itu bikin aku galau. Akhire ya aku potret dengan alat seadanya, ternyata lumayan hasilnya. 
PANTAI KLAYAR

Minggu, 03 Maret 2013

LUWENG SAMPANG

LUWENG SAMPANG


Berbicara wisata alam di Kabupaten Gunungkidul rasanya tak akan ada habisnya. Kebangkitan pariwisata di Gunungkidul menjadi alasan banyaknya kelompok masyarakat yang kemudian berlomba dan berusaha mencari potensi alam dilingkungannya masing-masing.
LUWENG SAMPANG

Senin, 04 Februari 2013

Daftar Pantai-Pantai Di Gunungkidul

Yang suka hunting pantai berikut daftar pantai-pantai di Gunungkidul yang sudah saya update.

KONSULTASI OUTBOUND dan PIKNIK DI JOGJA dan Sekitarnya : 081804067470 / 085602108464

PANTAI-PANTAI DI GUNUNGKIDUL

1. Watugupit : Giricahyo , Purwosari
2. Klampok : Girijati, Purwosari
3. Parangedong : Girijati, Purwosari
4. Bekah : Giripurwo, Purwosari
5. Karangtelu : Girikarto, Panggang
6. Kesirat : Girikarto, Panggang
pantai di Gunungkidul
Pantai Kesirat
 7. Wohkudu : Girikarto, Panggang
Pantai Wohkudu

8. Gesing : Girikarto, Panggang
9. Grigak : Giriwungu, Panggang
10. Nampu : Giriwungu, Panggang
11. Ngunggah : Giriwungu, Panggang
Gesing

12. Langkap : Karambilsawit, Saptosari
13. Ngedan :  Karambilsawit, Saptosari
14. Pringjono : Karambilsawit, Saptosari
15. Nguyahan : Kanigoro, Saptosari
3DAFTAR PANTAI DI GUNUNGKIDUL
Nguyahan

Rabu, 07 November 2012

Daun Dadap Srep Mitos atau Fakta



Rasa penasaran saya terhadap daun "dadap srep" semakin menggila. Pasalnya setiap anak saya mriang atau panas, selalu simbok saya segera "mbingungi" untuk mencarikan daun dadap srep. Antara percaya dan tidak percaya masih sering hinggap dalam benak saya.Apa dibalik kehebatan daun dadap srep?

Nah pagi ini (08/11/2012) kebetulan waktunya longgar, kupergunakan untuk mencari info dibalik kehebatan daun dadap srep, mitos atau fakta. Nah usut punya usut ternyata dadap srep yang bernama latin Erythrinae Folium ini banyak kandungan obatnya serta banyak manfaatnya. Saya akan mencoba membantu berbagi informasi tentang daun dadap srep bagi yang belum tau ya ini sebagai informasi penting, bagi yang sudah tau ya mengingatkan saja. 
Daun dadap serep mengandung zat alkaloida yang sifatnya mendinginkan dan antiradang, serta terdapat kandungan eritradina, eritrina, eritramina, hipaforina, dan erisovina. Kulit kayunya berkhasiat mengencerkan dahak.

Selasa, 18 September 2012

Jembatan Jirak Angker Bagi Pengantin Baru






Jembatan Jirak berada di Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Jembatan Jirak membentang di atas sungai Jirak yang konon menurut cerita jembatan ini angker, sebagai tempat bermukimnya jin dan setan. Masyarakat disekitar jembatan Jirak sering menghubung-hubungkan kejadian kecelakaan di Jembatan Jirak ini merupakan ulah dari jin dan setan yang tinggal di jembatan ini.
Menurut Pak Tugiman Jembatan Kali Jirak berasal dari cerita nenek moyang dahulu kala rombongan Wali yang tengah melakukan perjalanan syiar agama Islam singgah ditepi sungai ini dan untuk melepas lelah mereka bermain Jirak (Permainan tradisional) “Jirakan” (namun seperti apa permainan “jirakan” sampai saat ini belum ada yang tau).  Sehingga sungai tersebut dinamakan Sungai Jirak. Sungai Jirak membelah jalan besar yang ada pada saat itu sehingga di atasnya dibangunlah sebuah jembatan, jembatan tersebut bernama Jembatan Jirak. Jembatan Jirak pada awalnya dibangun sejak jaman Belanda menjajah 2 sekitar 350 tahun yang lalu. Jembatan Jirak pada awalnya dibangun dengan menggunakan kayu, tetapi setiap musim penghujan jembatan itu sering hayut terbawa oleh banjir, karena semakin bertambah pentingnya fungsi jembatan bagi masyarakat, jembatan tersebut akhirnya dibangun dengan bahan yang lebih kokoh, sampai saat ini sudah menjadi jembatan yang cukup besar.
Cerita rakyat yang paling menarik dari Jembatan Jirak ini adalah larangan pengantin baru yang belum genap 40 hari melewati jembatan ini. Sekitar tahun 1929 sepasang pengantin baru hilang di Jembatan Jirak konon berubah menjadi batu. Batu tersebut bernama “watu manten” sekarang batu tersebut sudah hilang ada beberapa cerita yang berkembang atas hilangnya “watu manten” diantaranya ; batu tersebut telah dihancurkan oleh penambang batu yang hendak membangun tanggul sebelah selatan, ada juga yang menyakini pindah tempat dan ada juga yang menyakini “watu manten” telah hilang terbawa banjir.


Salah satu tiang Jembatan Jirak konon digunakan tempat tinggal setan, sehingga jika ada pengantin baru yang masih “mambu kembang, bedak dan atal” lewat jembatan ini maka setan dan jin penunggu tiang jembatan tersebut akan mengganggu bahkan sampai menyelakainya. Menurut cerita Mbah Ngatemorejo Sagiyo pria berusia 83 tahun ini “Jare simbah biyen nek ono manten anyar wani lewat kene mesti keno alangan, malah ono sing nganti edan” (Katanya simbah dahulu kalau ada pengantin baru berani lewat disini (Jembatan Jirak) pasti dapat musibah, bahkan ada yang sampai gila).  Mbah Ngatemorejo Sagiyo menambahkan sebenarnya setiap tempat yang angker seperti kuburan, pohon besar, jembatan, batu besar banyak dihuni oleh setan ataupun jin, sehingga sebaiknya kita jika melewatinya membunyikan klakson sebagai bentuk ucapan permisi.
Saat ini ada masyarakat yang bukan warga Semanu masih ada yang meyakini lewat Jembatan Jirak bagi pengantin mereka memberikan sesaji berupa ; ayam jantan, kembang setaman, nasi putih, uang receh dan perlengkapan “nginang”.  Masyarakat di Semanu sendiri sudah banyak yang menganggap cerita itu sebagai mitos belaka.   (Ini hanya sebuah cerita rakyat bagi anda yang tidak percaya, anggap saja sebagai sebuah cerita mitos. Kepercayaan hanya pada Tuhan (Allah) yang memiliki segalannya). (Red_hnd-hr-rnt)
(Sumber : KORAN IBU Srikandi)


KONSULTASI OUTBOUND dan PIKNIK DI JOGJA dan Sekitarnya : 081804067470 / 085602108464

Kamis, 06 September 2012

Teka-Teki Reruntuhan Candi ; Antara Candi Ngawis dan Candi Konengan

Reruntuhan batu itu yang membuat semakin penasaran. Setelah "bulusukan" kesekian kalinya saya dan kawan-kawan berhasil juga menemukan lokasi reruntuhan candi di Desa Ngawis Kecamatan Karangmojo. Menurut petunjuk di desa ini ada 2 sisa reruntuhan candi yaitu Candi Ngawis dan Candi Konengan, namun letak pasti (padukuhan/dusun)dari kedua candi tersebut tidak ada yang tahu yang hanya menyebutkan keberadaan 2 candi tersebut berada di Desa Ngawis Kecamatan Karangmojo. Nah, dari sebuah rasa penasaran saya hampir 5 kali "blusukan" barulah terjawab sudah keberadaan 2 candi tersebut. Namun sekali lagi karena masyarakat disekitar juga tidak tahu nama reruntuhan candi ini maka saya hanya bisa menduga-duga saja.
1. Candi Ngawis (Alasannya karena reruntuhan candi ini berada di Padukuhan Ngawis, Desa Ngawis, Kecamatan Karangmojo).

2. Candi Konengan (Berada di Padukuhan Ganang, Desa Ngawis, Kecamatan Karangmojo).


Lagi-lagi emosi saya "ludiro inggil" kambuh melihat reruntuhan ini tak ada yg peduli berserakan dan banyak yang hilang. Kemungkinan besar arca-arcanya sudah dicuri oleh oknum yang bangga bisa mengalahkan danyang watu. 


Minggu, 02 September 2012

Mimi Lan Mintuno Melambangkan Cinta Sejati

   Foto Ilustrasi oleh Hery Fosil

Dalam budaya Jawa, sering kita jumpai doa yang terucap "Dadio pasangan koyo mimi lan mintuno". Apa yang kemudian terbesit dari doa itu. Ternyata banyak yang tidak faham apa yang dimaksud dengan "mimi lan mintuno". Saya mencoba mencari jawaban atas kegalau hati soal "mimi lan mintuno", akhirnya terpecahkan sudah apa itu "mimi lan mintuno" dan juga filosofinya mengapa pasangan setia itu selalu digambarkan dengan "mimi lan mintuno" 


Sumber foto : http://noenkcahyana.blogspot.com/2012/02/mimi-fosil-hidup-yang-ditemukan-di.html


Mimi, atau mintuna, ialah beberapa jenis hewan beruas (artropoda) yang menghuni perairan dangkal wilayah paya-paya dan kawasan mangrove yang berbentuk seperti ladam kuda berekor. Semuanya (empat jenis) termasuk dalam keluarga Limulidae dan menjadi wakil dari bangsa Xiphosurida yang masih bertahan hidup. Cetakan fosil hewan ini tidak mengalami perubahan bentuk berarti sejak masa Devon (400-250 juta tahun yang lalu) dibandingkan dengan bentuknya yang sekarang, meskipun jenisnya tidak sama. Mimi adalah nama dalam bahasa Jawa untuk yang berkelamin jantan dan mintuna adalah untuk yang berkelamin betina. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai horseshoe crab. Belangkas mudah ditangkap di tepi-tepi pantai. Sekitar 500.000 belangkas setiap tahun dikumpulkan di pesisir Timur AS, diatur di bawah hukum antarnegara bagian. (sumber wikipedia). 

Menurut beberapa informasi ikan mimi dan mintuna ini ikan yang ajaib. Kedua ikan tersebut tidak dapat dipisahkan. Jika ikan pasangan ini dipisahkan maka kedua-keduanya dipastikan mati. Keunikan lain dari ikan ini, menurut cerita jika ikan ini dimasak tidak bersamaan maka ikan ini akan beracun, tetapi jika dimasak bersamaan ikan ini dapat dikonsumsi biasa. Maka kemudian filosofi pasangan cinta sejati itu sering digambarkan dengan "mimi lan mintuna", kesetiaan ikan mimi lan mintuna tiada tandingan saling menjaga setia sampai mati."Runtung-runtung rerentengan pindha mimi lan mintuna"