Kamis, 20 Agustus 2015

PUNCAK SEMERU BUKAN TUJUAN UTAMA

Spesial untuk Jagoan Kecilku Mas Raisa dan Dek Najwa

Maaf baru sempat posting, lagi (sok) sibuk. Hehehehe…..

Saya akan berbagi cerita perjalanan mendaki Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3676 mdpl. Gunung Semeru berada didua wilayah yaitu Malang dan Lumajang Jawa Timur, Indonesia.

Rencana pendakian ke Semeru sebenarnya sudah kita susun setahun yang lalu bersama teman2 sepulang dari mendaki Gunung Rinjani di NTB, namun selalu gagal dan gagal, akhirnya saya dan Mas Depri awalnya memutuskan untuk mendaki Semeru berdua saja pada bulan Agustus 2015 ini. Kami berdua sepakat berangkat awal Agustus tetapi belum fix soal tanggal, masih harus ngatur jadwal, maklumlah biarpun tidak punya pekerjaan tetap bukan pegawai kantor seperti yang diinginkan oleh kebanyakan orangtua dan atau mertua atau calon mertua (ehhh…. Kok jadi curhat) tapi Tuhan selalu ngasih rejeki yg luar biasa kepada kami, jadi tetep harus ngatur jadwal. Hehehehe……


Setelah beberapa hari berunding pada akhir Juli kemarin,akhirnya sepakat kami beraangkat 8 Agustus dan ada tambahan personil  2 orang yaitu mas Joko sama Mas Yanto. Perlu diketahui untuk mas Joko dan Mas Yanto adalah teman mas Depri jadi saya belum pernah kenal sebelumnya daan juga belum pernah mendaki dengan kedua teman baru tersebut, tapi 2 orang ini luar biasa lho, simak cerita berikutnya. Hehhehe…..

Setelah sepakat pada tanggal 6 Agustus 2015 kami segera cari tiket kereta pai untuk pulang dan pergi sejumlah 4 orang. Kemarin tiket Ekonomi Jogja-Malang harganya Rp 145.000,00. Dan harga tiket pulang juga sama.

Pada saat bersamaan teman kami 1 orang wanita perkasa (Mbak Mutiya) juga sedang turun Gunung Rinjani, pada 6 Agustus malam kami diskusi dengannya dan sepakat akan gabung untuk mendaki Semeru dengan titik temunya di pasar Tumpang, Malang.

Sampailah pada 8 Agustus 2015 sore kami bersiap untuk melakaukan pendakian, setelah semua perlengkapan wajib (tenda,sb, obat pribadi, pakaian gati, makan dan minum) dipacking, segera kami berempat meluncur dari Gunungkidul menuju stasiun Tugu Jogjakarta. Bukan tanpa masalah jam keberangkatan 20.45 kami meluncur jam 18.30 sampai di stasiun jam 20.00 masih kebingungan ternyata penitipan sepeda motor di Stasiun Tugu Yogyakarta tidak ada yg murah seperti di Stasiun Lempunyangan. Nginep motor semalam Rp 16.000,00 (maklum kantong pas2an kudu cari yang murah) cari berbagai cara akhirnya ketemu dititipkan ditempat kos temannya mas Depri dengan segala resiko waktu yang sudah amat sangat mepet. Akhirnya pas jam 20.35an kami sudah bisa standby di Stasiun Tugu.

Tut…….tut…..tut….. naik kereta api
Akhirnya kereta tiba dan kami naik kereta api sampai Malan. Kereta tiba di Malang jam 04.00,segera kami turun dan mencari aangkot ke Tumpang kemarin kami dapat haarga lumayan mahal, maklum belum terbiasa stasiun Malang-Pasar Tumpang @Rp 25.000. setelah perjalanan sekitar 30 menit kami sampai di Pasar Tumpang dan kami segera sholat subuh dan belanja sayur di pasar Tumpang, sambil nunggu rombongan lain dan jeep yang akan kita sewa untuk ke Ranu Pane. Setengaha jam kemudian Mbak Mutiya datang dengan gagah setelah seminggu berhasil mengkhatamkan pendakian Gunung Rinjani. Selang beberapa jam akhirnya berdatangan beberapa rombongan turis asing dan rombongan pendaki dari Jakarta maupun Makasar. Sekitar jam 08.00 kamipun sepakat untuk naik ke Ranu Pane gabung dengan rombongan 3 pendaki dari Makasar. Sepakat naik Ranu Pane berdelapan. Biaya sewa jeep dari pasar Tumpang ke Ranu Pane antara Rp 600.000,00-Rp 650.000,00.


Kira-kira jam 10.30 akhirnya kami sampai di Pos Pendakian Gunung Semeru yaitu di Ranu Pane, sebelum mulai mendaki kami debriefing sama tim Saver Semeru, termasuk diperiksa kelengkapannya. O,ya kalau mau mendaki Gunung Semeru jangan lupa bawa Surat Keterangan Sehat, fotokopi KTP masing2 di fotokopi rangkap 2 dan sedia materai 6000 untuk setiap rombongan (wajib) kalau ga bawa ya siap2 pulang aja. Untuk kelengkapan surat menyurat kami sudah siapkan, jadi beres aman terkendali.


Jam 11.00 setelah bayar retribusi (harga retribusi untuk hari biasa Rp 17.500/hari/orang untuk minggu dan hari libur Rp 22.500/hari/orang) kami segera mulai pendakian. O,ya sebelum mendaki pastikan juga teman2 bawa kantong sampah, biar Gunungnya yang indah dan cihuy tidak kotor oleh sampahmu, Oke…….. BAWA TURUN SAMPAHMU

Puncak Semeru bukan tujuan utama kami, tapi tujuan utama kami adalah pulang dengan selamat. Perjalana pendakian Semeru sebetulnya para pendaki amat sangat dibantu oleh alam, sumber air yang melimpah memudahkan para pendaki untuk beraktifitas. Tidak khawatir kehabisan air tetapi tetap wajib bawa air dari bawah, kalau kami berlima sepakat masing-masing orang bawa air mineral 1500ml dua botol dan 600ml 1 botol. Dan uniknya lagi di setiap pos di pendakian Gunung semeru banyak terdapat penjual makanan kecil, buah semangka dan air mineral.



Perjalanan yang cukup berat kami rasakan adalah dari Ranu Pane menuju pos I jalannya nanjak dan panjang memakan waktu sekitar 2,5jam, yang paling pendek dari pos 1 ke pos 2 hanya 30an menit saja, selanjutnya pos 2 sampai pos 4 sekitar 2,5jam. Sekitar pukul 16.30an kami sudah sampai di Ranu Kumbolo (2.400mdpl), segera kami cari tempat paling strategis untuk mendirikan tenda. Dan persiapan masak untuk makan malam, nah untuk urusan masak-memasak mas Yanto dan Mas Joko jagonya alatnya komplit dan pinter masak, jadi ga bakal kelaparan.  Setelah makan malam kami memutuskan untuk jaga kondisi dan segera istirahat karena pendakian berikutnya pasti berat.

Esoknya sebelum matahari terbit kami sudah bangun dan beraktivitas pagi masing-masing setelah itu kami bertiga saya. Mas Depri dan Mbak Mutiya sudah bersiap2 memotret dan menikmati matahari terbit dipinggir Danau Ranu Kumbulo, sementara 2 orang teman kami ternyata sudah asik untuk bersiap membuat sarapan. Hehehehe…… mas Yanto dan Mas Joko memang tak uuk.



Selesai sarapan dan packing sekitar jam 9 pagi segera kami bersiap untuk melanjutkan pendakian menuju kali mati, melewati tanjakan cinta yang katanya aduhai dengan segala mitosnya, melewati Ngoro-oro Ombo, kemudian menikmati tanjakan cihuy di Cemoro Kandang.


Perjalanan Ranu Kumbolo – Kali Mati kami tempuh selama 2,5jam. Setelah sampai di Kali Mati (2.700mdpl) cuacanya dingin luar biasa dan segera kami cari tempat strategis untuk mendirikan tenda, setelah tenda berdiri “mas Kokipun” beraksi. Tapi ternyata ada masalah dengan saya, badan saya mendadak panas-dingin luar biasa. Saya jutru merasa ga akan kuat utuk melanjutkan pendakian sampai puncak esok pagi, akhirnya setelah diberi obat dan digosok serta dipijit saya memutuskan untuk istirahat sedini mungkin, siapa tau malamnya badan sudah oke buat nanjak ke Puncak.

Jam 23.30 kami bangun, segera bersiap untuk melakukan pendakian. Saya sudah merasa cukup kuat untuk melanjutkan pendakian juga ikut siap2. Setiap orang wajib bawa air minum dan makanan sekedarnya. Sebelum naik teman yang ngecamp di samping kami 2 orang dari Banyuwangi memutuskan untuk bergabung dengan kami, dan kamipun dengan senang hati siap bersama-sama sampai puncak. Dalam pendakian ini kami semua belum ada yang pernah ada yang punya pengalaman sampai puncak Semeru. Sekitar jam 23.59an kami berangkat menuju puncak kondisi kali mati sudah sangat sepi karena semua pendaki sudah banyak yang berangkat naik ke puncak.

Diperjalanan menuju puncak semeru ternyata kami salah jalur, akhirnya terpaksa melewati jalur lama dengan kondisi track luar biasa nanjak. Ilmu 10 langkah berhentipun harus saya lakukan. Perjalanan menuju puncak Semeru luar biasa berat, lebih berat dari Rinjani (menurut saya lho). Menahan emosi, menjaga irama kaki, tidak egois menjadi kunci keberhasilan menuju puncak. Sekitar jam 05.00 saya akhirnya sampai puncak. Saya yang kali ini harus bersusah payah dan hamper putus asa di tengah pendakian menuju puncak akhirnya dengan disemangati sama kamu, iya kamu dan dengan sabar tetap menemaniku sampai puncak, akhirnya saya bisa membalas semangat dan kesabaranmu itu.

Terimkasih Tuhan puncak tertinggi pulau Jawa, saya berhasil sampai di sana. Luar Biasa, Subhanallah……






Setelah puas kami di Puncak segera sekitar pukul 06.30 kami memutuskan untuk segera turun, waktu tempuh turun luar biasa cepat. Cukup 1,5jam kami sudah kembali di Kali Mati. Segera bersih-bersih dan buat sarapan dan beristirahat sejenak sebelum kami melanjutkan untuk turun ke Ranu Kumbolo. 

Sebelum turun, sekitar jam 11.00 rombongan pendaki lain banyak yang mulai berdatangan di Kali Mati yang kemudian diikuti kabar buruk tentang beberapa pendaki yang kejatuhan batu dan hilang. Ternyata kabar tersebut benar adanya ketika jam 14.30an kita turun ke Ranu Kumbolo Tim Saver Semeru dan SAR Darat serta relawan BPBD mulai naik, kami sempat ngobrol dengan beberapa rombongan tentang kabar tersebut dan ternyata benar adanya. 


Akhirnya kami sampai di Ranu Kumbolo sekitar pukul 16.00 dan kami segera mendirikan tenda untuk kembali ngecamp semalam di Ranu Kumbolo, sebenarnya kalau langsung turun Ranu Pane kami masih mampu, tapi seluruh tim sepakat kita nikmati Ranu Kumbolo semalam lagi. Tiket pulang yg sudah dibeli masih ada banyak waktu. dan kemudian kami turun ke Ranu PAne esok paginya. 

Sampai Rumah dengan selamat dan dengan segudang pengalaman baru, teman baru dan kenangan baru untukku, kalau untuk kamu katanya mengenang yang lalu. cie.....cie........

Keterangan 
Biaya perorangan ke Semeru dari Jogja
Tiket Kereta Api Ekonomi Jogja-Malang: Rp. 145.000,00
Bayar Angkot stasiun ke Pasar Tumpang: Rp. 25.000,00
Bayar Jeep dari Tumpang ke Ranu Pane: Rp. 81.250,00 (Rp. 650.000/8 orang)
Bayar Tiket Masuk: Rp. 54.000,00 (3 hari)

Bayar Jeep dari Ranu Pane ke Pasar Tumpang: Rp. 120.000, (Rp 600.000/5 orang)
Bayar angkot pasar Tumpang ke stasiun: Rp. 16.000,00
Tiket Kereta Api Ekonomi Malang-Jogja: Rp. 145.000,00
Urunan beli logistik Rp. 87.000,00

3 komentar: